Hidup Nyaman tanpa rayap

termite_webRayap adalah salah satu serangga perusak bangunan yang akan memakan bagian-bagian bangunan yang terbuat dari selulosa, seperti kayu, karpet, gypsum dan yang lainnya.

Dari 2000 jenis rayap di dunia, di Indonesia terdapat 200 spesies dan 6 (enam) diantaranya merupakan rayap yang mempunyai daya serang hebat, yang paling merusak adalah rayap tanah Coptothermes curvignathus yang hidup berkoloni membentuk sarang dibawah permukaan tanah. Untuk memperoleh makanannya berupa bahan yang mengandung selulosa yaitu kayu, rayap menembus celah-celah sempit pada bangunan dan membuat jalan menuju sumber bahan makanan tersebut. Umumnya jalan yang dilewatinya adalah daerah di sekitar pondasi, saluran atau pipa air, lantai yang retak, dinding serta komponen lain yang berada di tempat lembab atau yang dekat dengan tanah.

PERLAKUAN UNTUK BANGUNAN PRA KONSTRUKSI

Teknik pengendalian rayap untuk bangunan pra-konstruksi terdiri dari beberapa jenis dengan rincian sebagai berikut :

1. Metode Site Pre Treatment (SPT)
a. Perlakuan pada Pondasi
Untuk bangunan dengan pondasi batu kali dilakukan penyemprotan larutan anti rayap menggunakan power sprayer pada sepanjang sisi kanan, kiri dan bawah galian pondasi (dengan dosis 9 liter solution per meter lari.  Sedangkan untuk bangunan bertingkat yang menggunakan pondasi tiang pancang dilakukan penyemprotan pada galian pile cap dan tie beam/sloof dengan dosis 5 liter solution per meter persegi.

b. Perlakuan pada Lantai
Sebelum pemasangan ubin dilakukan penyemprotan larutan anti rayap pada permukaan lantai (tanah) memakai power sprayer dengan dosis 5 liter solution per meter persegi.

c. Perlakuan pada Kayu Kuda-kuda Atap dan Kayu Plafon
Kayu kuda-kuda atap dan kayu plafon sebelum dimeni disemprot dengan larutan anti rayap menggunakan power sprayer atau hand sprayer dengan dosis 1 liter solution per meter persegi.

2. Metode Chemical-Mechanic

a. Untuk bangunan yang setengah jadi dimana pondasi dan dinding temboknya sudah berdiri serta lantainya masih berupa tanah, maka dilakukan penyemprotan larutan anti rayap di sisi pondasi tembok dan lantai memakai power sprayer dengan dosis 5 liter solution per meter persegi

b. Untuk pekerjaan penyemprotan kayu-kayu plafon, pelaksanaannya sama dengan metode Site Pre Treatment.

B.2. PERLAKUAN UNTUK BANGUNAN POST KONSTRUKSI
Teknik pengendalian rayap untuk bangunan post konstruksi dikenal beberapa jenis dengan rincian sebagai berikut :

1. Metode Termite Full Proofing (TFP)
a. Treatment pondasi dilakukan dengan pengeboran sepanjang sisi luar dan dalam kaki dinding pondasi dengan interval sekitar 40-60 cm. Selanjutnya disuntikkan larutan anti rayap menggunakan power injector dengan dosis 12 liter per meter lari panjang pondasi.
b. Treatment kayu-kayu plafon dilakukan sama dengan metode Site Pre Treatment.

2. Metode Spot Treatment
Treatment penyemprotan pada tempat yang terdapat rayapnya saja.

termiteslab_web

termite_damage_web